Sabtu, 27 September 2014

TUGAS "Etika Profesi Akuntansi"

Etika dalam Tinjauan

a. Pengertian Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu ethos yang berarti tempat tinggal yang biasa, kebiasaan/adat, akhlak, watak, sikap, dan cara berpikir. Secara etimologis etika adalah ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan kebudayaan, 1988) kata etika memiliki arti sebagai berikut :
  1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).
  2. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
  3. Nilai mengenai benar atau salah yang diabut suatu golongan atau masyarakat.
Berikut ini adalah pengertian etika dari beberapa para ahli :
  1. Menurut K. Bertens >> etika adalah nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
  2. Menurut W. J. S. Poerwadarminto >> etika adalah ilmu pengetahuan tengtang asas-asas akhlak (moral).
  3. Menurut Prof. DR. Franz Magnis Suseno >> etika adalah ilmu yang mencari orientasi atau ilmu yang memberikan arah dan pijakan pada tindakan manusia.
  4. Menurut Ramali dan Pamuncak >> etika adalah pengetahuan tentang perilaku yang benar dalam satu profesi.
  5. Menurut H. A. Mustafa >> etika adalah ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran.
b. Prinsip - Prinsip Etika
  1. Prinsip Keadilan yaitu prinsip dengan kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang dengan apa yang semestinya mereka peroleh dan prinsip ini merupakan prinsip yang mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional.
  2. Prinsip Kebaikan yaitu prinsip dimana perilaku individu untuk selalu berusaha berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini berhubungan dengan nilai-nilai kemanusian seperti saling menghormati, membantu sesama, kasih sayang, dan sebagainya.
  3. Prinsip Kebebasan yaitu keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan Hak Asasi Manusia, setiap manusia mempunyai hak utnuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain.
  4. Prinsip Kebenaran merupakan prinsip yang biasa digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat. 
  5. Prinsip Keindahan yaitu prinsip dimana segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Misalnya, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampilkan sesuatu yang indah dalam perilakunya.
  6. Prinsip Persamaan yaitu prinsip dimana setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya.
c. Basis Teori Etika

  1. Etika Teleologi. Teleologi berasal dari bahasa Yunani yaitu "telos" yang berarti tujuan, mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Dalam etika teleologi mempunyai 2 aliran yaitu egoisme etis dan utilitarianisme. Egoisme etis adalah tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar kepentingan pribadi dan memajukan diri sendiri. Sedangkan utilitarianisme berasal dari bahasa Latin yaitu "utilis" yang berarti bermanfaat, suatu tindakan memiliki arti baik jika memberi manfaat bagi banyak orang (The greatest happiness of the greatest number)
  2. Deontologi. Kata tersebut berasal dari bahasa Yunani yaitu "deon" yang berarti kewajiban. Deontologi menekankan kewajiban untuk bertindak secara baik tanpa mengkaitkan dengan tujuan atas tindakan (jangan mencuri, jangan korupsi) yang tertanam dalam hati manusia secara universal. Menurut Immanuel Kant "Kemauan baik adalah syarat mutlak untuk bertindak secara moral".
  3. Teori Hak. Pada pemikiran moral saat ini, teori hak merupakan pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu tindakan. Teori hak ini merupakan suatu aspek dari teori deontologi karena berkaitan dengan kewajiban. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia adalah sama. Oleh karena itu, hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
  4. Teori Keutamaan (Virtue). Dalam teori keutamaan memandang sikap atau akhlak seseorang. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan seseorang untuk bertingkah laku baik secara moral. Misalnya kebijaksanaan, keadilan, suka bekerja keras dan hidup yang baik.
d. Egoism

Egoism merupakan sebuah tindakan tidak adil kepada orang lain. Tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar kepentingan pribadi demi memajukan dirinya sendiri. Hal seperti ini juga dapat dijadikan satu tujuan dari tindakan moral setiap manusia. Egoism baru menjadi persoalan serius jika seseorang cenderung menjadi hedoistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diartikan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yang vulgar.

Hal - Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Etika Bisnis

  1. Pengendalian Diri >> Hal ini harus tertanam baik dalam jiwa-jiwa pebisnis sehingga pelaku bisnis tidak akan melakukan tindakan kecurangan dan tidak akan memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Dengan adanya pengendalian diri maka bisnis akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
  2. Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility) >> Tanggung jawab merupakan hal terpenting dalam bisnis, sebab tanpa tanggung jawab bisnis tidak akan berjalan dengan lancar, tidak akan sesuai dengan apa yang diharapkan, keuntungan yang diperoleh tidak maksimal, dan para pelanggan akan berkurang. Dengan adanya tanggung jawab maka akan meningkatkan kualitas bisnis dan dapat menghasilkan pengaruh positif bagi masyarakat. 

Rabu, 25 Juni 2014

My English Skills

In my opinion, English language skills possessed during this very less. That's because his easy English language courses as well as the lack of read-read books on vocab, grammar, and others. Additionally rarely implement communication with the English language. 
Since sitting in my elementary school for English language courses lazy and prefer to abacus course, but when the fifth grade I started tutoring English and my English grades good enough but stopped when entering junior high school. Three classes my junior high school tutoring for dealing with the UN and english teacher suggest to memorize vocab diligent every day, but bad Indonesian people are lazy to do it. Then I started up again when high school English tutoring and it only lasted a month, due to the already busy schedule and I prefer for music lessons. Every task that smells english, I still use tools like ALFALINK, in computer applications, as well as google translate. 
My english language skills are still poor compared with small children today who are proficient English. Now I regret not speak English because of the small classes are not diligent. But I have no intention to fix it and I will try to diligently English language courses that can fluently speak the English language.

My own goals after graduating


I choose accounting majors because I am happy to count counting. And finally I decided to attend the Gunadarma University. I took a  four year school to earn a college degree. 

After passing the trial of scientific writing, trial of skripsi and graduation time came and it was a four-year long but short. After all that is done and I graduated with a bachelor's degree, I will find a job that suits their fields. I want to work in the finance department of a famous company. In addition I also want pronunciation course that has not been done during the lecture. 

Once I get the job, I will work diligently and assiduously. That way, I will get a more satisfactory result. If I already have income could buy anything I wanted and could buy something for my parents. I will make them happy

Opinion for Two Candidates


Possessed a positive value Jokowi is simple, populist figure and would greet people. While serving as mayor of Solo, Jokowi small traders successfully relocated without causing conflict. When it became Governor of Jakarta, Jokowi provides various facilities such as towers for small people and Deret Village. Jokowi - Jusuf Kalla has the popularity and electability are relatively stable, but the couple also has the disadvantage that the age of the already very senior Jusuf Kalla of Jokowi. In terms of firmness and integrity, as well as lack of experience in national politics, national security and defense, as well as issues of foreign relations, be the drawbacks Jokowi to date.
The positive value of Prabowo is a matter of rigor. Prabowo assessed as being fast, firm and character. In addition, more Prabowo has a spirit of nationalism and patroitisme that had been embedded in a soldier. Mate Prabowo-Hatta has advantages in terms of popularity, the figure Prabowo has a popularity that should not be underestimated. But on the other hand, Prabowo was identified as a highly feudal and less populist. Another drawback, Prabowo was linked with human rights case, which until now is still a powerful weapon to bring down a Prabowo figure.
Judging from the results of the survey, both Jokowi and Prabowo, both have a strong position. There's nothing that stands out from the second figure. Each has drawbacks. This is where the role of the party to fill shortages and weaknesses of the chosen candidates respectively.

Senin, 21 April 2014

The special gourmet from any cities in Indonesia

"RENDANG"

In 2011 CNN International viewers voted Beef Rendang the Top among “The World’s 50 Most Delicious Foods”

A culinary presentation unique to the Minangkabau ethnic group of West Sumatera, Rendang is a spicy Indonesian beef dish originally prepared for special festive occasions. Today, however, its popularity has spread across the country and can easily be found in any Padang Restaurant all throughout Indonesia.

Rendang has also become a  favorite dish in neighbouring Malaysia and Singapore, Brunei, the Southern Philippines, Southern Thailand, and even as far as Australia, Europe and the United States. 

Although some consider Rendang to be a curry, and others a stew, real, authentic Rendang is nothing like either of the above.  If you have not yet had the pleasure, the complex flavours of Rendang could only be described as a tender, savoury, dry beef stew, layered in the rich spices of lemongrass and ginger, with a burst of chilli and immersed in creamy coconut milk.Ultimately though, you’ll have to taste it for yourself.

In the Minangkabau tradition, Rendang was served to honoured guests, and on ceremonial occasions such as births, weddings, Al Quran recitals, and much more.  In the Minangkabau culture, Rendang also has spiritual connotations since the four main ingredients symbolize each essential part of Minangkabau society. Meat, as the elders and nobles. Coconut as the teachers, poets and writers. Chilli as the religious leaders. The hotness representing the strictness of religious law.  And the spices as everyone else.

In the days before refrigeration, when wealthy Minangkabau farmers slaughtered a cow for a feast, it was often made into Rendang. Garlic, ginger and shallots, some of the main spices used in in the dish, are known to have strong anti-microbial properties and therefore serve as preservatives. If cooked properly, the rich spices and low moisture of the dish will ensure that the meat will stay good for up to four weeks, despite the country’s tropical heat. And yet another point that must be mentioned – the taste only improves with time. 

For the culinarians out there, itching to give this dish a try, bear in mind that it’s not your everyday beef stew that can be cooked up in a few moments.  Au contraire, concocting this explosively flavourful dish demands a great deal of patience, several cooking techniques, and the better part of four hours.

First, an assortment of aromatic spices are ground into a thick paste, which is then fried to bring out the flavours. Next, the meat is slowly cooked in coconut milk and the spices on very low heat, allowing the meat to tenderize and absorb the seasonings. As the liquid slowly evaporates, the cooking process is changed from a boil to a fry in the oil released by the meat during the boiling stage. The meat must be carefully stirred and monitored, so as not to be burnt or ruined until all the liquid and spices are absorbed perfectly. This technique is known as caramelizing, but using coconut milk in the place of sugar. This creates an extraordinarily flavoured coating around each piece of beef, giving it a delicious and unparalleled taste. Rendang is usually served with steamed rice, boiled cassava leaves, young jackfruit and sambal.


"GUDEG"


Jogjakarta is already known as gudeg city for most Indonesian. If you read or googling, hundreds people missed the gudeg. They love gudeg so much! If they go to Jogja, the first thing that may want to taste is gudeg.

Gudeg known as local food from Jogja, made from young jackfruit cooked with santan and kluwak for 2 hours in a big pot. Santan is water got from extract coconut and kluwak is local flavor. Sometimes the pot made from metal or clay. People say that the gudeg cooked on clay pot gets different taste, more well-done and characteristic on the aroma smells nice. Every gudeg cookers have their secret recipes; have been passed down from generation to generation. In Jogjakarta, there is a famous Kampong Wijilan which gudeg has being made on traditional way by firewood and clay pots. The other gudeg may find in Solo Street, Maliboro, Alun-alun Lor, Kaliurang Street, etc. Almost big streets on Jogjakarta have their own gudeg sellers.

Tasty gudeg will be out of this world if served with hot rice, vegetable, egg, chicken and krecek. Krecek is fried condiment mixing with santan and tempe. Tempe is local food made from fermentation of soya bean. Uncommon from the other gudeg, the gudeg mercon is spicier because of lots peppers and chilies add on. It made gudeg looks oily, redness and thick.

You can find gudeg early in the morning, at 5pm - 8 pm, being a favourite breakfast menu. Sometimes gudeg seller also open at 0.00am until 4am everyday. So it will be an early breakfast if you get there. Costumers are not served by luxury place ambience, as restaurant or fast food, but just sit at the pedestrian or at little chairs front of the food. During eat the gudeg, you can sit around with the seller or everyone come there. Some sellers has been selling gudeg from tens years ago. Take a chit chat with the seller, you'll find amazing stories behind the gudeg.


"KERAK TELOR"


Famous in Jakarta, the capital city of Indonesia, kerak telor is a traditional type of Indonesian omelet. Similar in appearance to scrambled eggs, this dish was reserved for the privileged class in colonial times but is now sold by street vendors. It is normally made with rice and duck eggs and usually topped with shredded coconut and dried shrimp.

Glutinous, or sticky, rice is always used to make this dish. Usually the rice is soaked in water hours or even a full day before it is cooked. When the kerak telor is ready to be made, the rice is partially cooked before any other ingredients are added. Afterward, the eggs are added. Though chicken eggs can be used, normally kerak telor is made with duck eggs. Salt and pepper, sugar, and chili peppers are the usual seasonings used for this dish.

No oil is used during the cooking process because cooks want the omelet to stick to the sides of the pan while cooking. When complete, the edges should be crispy and the center still soft.Kerak telor is usually cooked over charcoal, which provides additional flavoring to the dish. Shredded coconut is first toasted, then placed on top of the finished omelet. Dried shrimp or shrimp powder is also sprinkled on top, along with fried onions.

"RUJAK CINGUR"


Rujak Cingur is one of the traditional food in Surabaya, East Java. Rujak Cingur usually consists of several kinds of sliced fruitssuch as cucumbers, krai (a type ofcucumber typical of East Java), bengkoang, young mango, pineapple, and added rice cake, tofu, tempe, cingur, bendoyo andvegetables such as seedling / sprouts , swamp cabbage and long beans. All ingredients were mixed with the sauce made from shrimp paste, boiled water, brown sugar, chili pepper, fried peanuts, fried onions, salt and thinly sliced of green beans young bananas. All the sauces / seasonings are mixed in crushed.

This food is called rujak cingur for the spice processed that is used is shrimp paste and sliced cingur. This is what distinguishes the food in general rujak usually without the use of materials such cingur. Cingur salad served with extra ordinary cracker, and with the base pincuk (banana leaf) or a plate.

"RAWON"


Rawon is a JavaRawon is a Javanese black beef soup that has its origins in Surabaya, one of the provinces in East Java, Indonesia. This aromatic, richly flavored soup is one of the traditional dishes of Indonesia and is typically served over rice or glass noodles. The main spice in this dish is keluak, a black nut that is the seed of the fruit of the Kepayang tree found in the region. This spice is responsible for giving the soup its exotic, deep-black color.

This soup or stew is considered to be one of the distinctive foods of Jawa Timur and eastern Jawa Tengah. It comes with a variety of accompaniments, such as shrimp crackers, mung bean sprouts, salted duck eggs, and sambal chili sauce. Sometimes, it is referred to as Nasi Rowan or Rawon rice in Indonesia when served over a bowl of rice.


A bonanza of various flavors, this black soup is typically served with a large assortment of colorful garnishes. Some of the more common garnishes are green onion, blanched bean sprouts, and crispy shallot flakes. It may also be garnished with wedges of boiled egg and Chinese celery sticks. While it is served as a main course in both East and Central Java, there are subtle differences in both its appearance and taste in the two regions. The Rawon made in Central Java is sweeter and blacker in color than the Rawon stew found in Eastern Java.This soup or stew is considered to be one of the distinctive foods of Jawa Timur and eastern Jawa Tengah. It comes with a variety of accompaniments, such as shrimp crackers, mung bean sprouts, salted duck eggs, and sambal chili sauce. Sometimes, it is referred to as Nasi Rowan or Rawon rice in Indonesia when served over a bowl of rice.


"PEMPEK"


Pempek is the best-known of Palembang's dishes. Its origin is undoubtly Palembang, however the history behind the creation of this savoury dish is unclear. According to local tradition, around the 16th century there was an old Chinese immigrant who lived near theMusi river. He noticed an abundance of fish caught by the local fishermen. In the Sumatran tropical climate, before the invention of refrigeration technology, most of these unsold leftover fish decayed and were wasted. The indigenous people, however had limited knowledge and techniques for processing fish. During that period, most of the indigenous people simply grilled, fried or boiled their fish instead of adding other ingredients to make new dishes. The old Chinese man mixed in some tapioca and other spices, which he then sold around the village on his cart. The people referred to this old man as 'pek-apek, where apek is a Chinese slang word to call an old man. The food is known today as empek-empek or pempek.

Another theory suggests that pempek was a Palembang adaptation of Southern Chinese ngo hiang or kekkian (fish slice) as a surimi (魚漿, yújiāng) based food. But instead of being served in soup or plainly fried, pempek is notable for its spicy palm sugar-vinegar based sauce.


Error Correction

"Odd"
  1. Either cars or motorcycles need the regular service.
  2. There was some computer sold in Mangga Dua.
  3. My mother said that she will have a handgift from my father.
  4. The majority of teachers are going to go to Bogor.
  5. The broken window in my room need to be repaired.

Senin, 17 Maret 2014

Story

Three Times

In the afternoon, Elina looks lazy to attend the party. Then Barbie tells her the story of a singer Ellie Sterling powerful voice in the UK which also has a theater. "She was very well known, but Ellie was a selfish woman who only selfish. She only lived in the company of her beloved cat Chuzzlewit. Ellie didn't like to come to the royal party, so she ordered all employees to keep working in every royal party. All employees always follow orders Ellie to work every event of the kingdom. When employees wanted to come and see the party, but they can't argue Ellie command" Barbie said to Elina.

Ellie has a friend who has a very different nature to her. Claudia was very kind and caring to everyone, another with Ellie very selfish and self-serving. As a good friend , Claudia tried to persuade Eden to come to every event held by the royal party, but Claudia always attempt failed. At night , Ellie suddenly visited by the spirit of Tante Marie, one of the relatives who had died. She told that there are three spirits that will visit Ellie's house.

The first Spirit was the spirit of the past emerge. The Spirit brought Ellie to his childhood. Long ago Tante Marie was a very disciplined force Ellie to practice singing and playing the piano without stopping. It turns out quietly, Ellie went home to his friend Claudia. They were so happy to celebrate in the new year. They played music together. Ellie singing and Claudia playing the guitar. When it is cool to sing, Tante Marie appeared and ordered to never again celebrate New Year's.

Then the second spirit is a spirit that appears today. Spirit of the show to Ellie how good behavior Claudia who don't hesitate to give clothes to orphans. Claudia was a good man, she was always helping people who are difficult.

And finally there is the spirit of the future. That spirit shows that Ellie was no longer famous and lived in poverty  I was so poor, her beloved cat Chuzzlewit can only chase a rat for dinner.

Weekend, Ellie will to come meet with Claudia. At that time Claudia has become a famous designer, but she still has the same good-hearted nature. When waking from sleep, Ellie realizes that her only dream. Since that moment, Ellie will to change her ways and be happy someone else. She promised not to be a selfish person.

Articles from Jakarta Post

Tens of Thousands Sick Due to Haze

The severe haze, which has blanketed Riau and other provinces in Sumatra over the past two months, has taken its toll on locals as thousands across the island suffer from various haze-related illnesses as the air quality continues to deteriorate.

According to Antara news agency, the Riau Health Agency recorded on Friday over 55.000 residents with illnesses ranging from acute respiratory infections, pneumonia and skin eye irritations.


The highest number of cases were recorded in Pekanbaru, followed by Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai, Rokan Hulu, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Meranti and Kuantan Sengingi.

Air pollution standards index (ISPU) equipment installed in Pekanbaru indicated the air quality level had reached 310 on the pollutant standards index (PSI), while the ISPU in Siak regency showed a PSI of 388. 

At Dumai city, Duri Camp and Duri Field the ISPU equipment recorded a pollutant level of 500 PSI, in Pekanbaru city the level was 345 PSI, while in Siak Indrapura the pollutant level stood at 500 PSI. 

Under normal conditions, the PSI range is between zero and 50, whileabove 300 is considered hazardous. 

“Residents are advised to minimize outdoor activities,” Riau Health Agency Zainal Arifin said as quoted by Antara.

Severe air pollution has prompted expatriates working in a number of companies in Riau to return to their respective countries. Residents, especially pregnant women and children, have also evacuated to a number of areas with better air quality.

Haze has also hit Bengkulu, forcing fishermen to halt their fishing activities due to poor visibility.

In response to the worsening haze situationPresident Susilo Bambang Yudhoyono launched on Friday a three-week integrated operation to combat pervasive forest fires and haze in Riau, with the Indonesian Military (TNI) deploying a brigade of soldiers to put out fires raging across the forests and peatlands.

National Disaster Mitigation Agency (BNPB) head Syamsul Maarif has been tasked with heading the operation.

“The three main objectives of the integrated emergency operation are tackling the fires and haze, providing health services to affected individuals and maintaining law and order,” Yudhoyono said during a teleconference in Central Java Police headquarters in Semarang.

“We have decided that the TNI will add one brigade, made up of two Army battalions, one Marine battalion, and a battalion of Paskhas [Air Force’s special forces]. One brigade of soldiers will be enough to manually extinguish the fires,” he added.

Notes
Past Tense
Simple Present Tense
Future

Sabtu, 04 Januari 2014

Jenis-Jenis Karangan


KARANGAN NARASI

Karangan narasi adalah sebuah karangan yang menceritakan suatu peristiwa yang disusun secara sistematis menurut urutan waktu. yang termasuk ke dalam karangan narasi adalah cerpen, novel, roman, kisah perjalanan, biografi, dan otobiografi.

Ciri-ciri karangan narasi yaitu :
  • Menceritakan serangkaian peristiwa atau kejadian.
  • Diceritakan sesuai dengan urutan waktu kejadian dari peristiwa awal sampai akhir.
  • Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian.
  • Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci
  • Menggunakan bahasa sehari-hari.
  • Unsur pikiran lebih tajam dari pada unsur perasaan.
  • Adanya sudut pandang pengarang.

KARANGAN EKSPOSISI

Karangan eksposisi adalah suatu bentuk karangan yang memaparkan, menjelaskan, memberi keterangan, dan memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.

Ciri-ciri karangan eksposisi yaitu :

  • Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya.
  • Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (data faktual).
  • Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak.
  • Menunjukan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada.
  • Menunjukan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang suatu proses kerja.


KARANGAN PERSUASIF

Karangan persuasif adalah sebuah karangan yang tujuannya untuk membujuk atau mengajak pembaca supaya dapat mengikuti kemauan atau ide penulis disertai dengan alasan bukti dan contoh konkrit.

Ciri-ciri karangan persuasif yaitu :

  • Terdapat himbauan atau ajakan kepada pembaca
  • Berusaha menjelaskan dan menarik kepercayaan para pembaca
  • Berusaha menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui kepercayaan antara penulis dengan pembaca.
  • Berusaha menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya tercapai.

KARANGAN DESKRIPSI

Karangan deskripsi adalah sebuah karangan yang menggambarkan atau melukiskan sesuatu seakan-akan pembaca melihat, mendengar, merasakan, dan mengalaminya sendiri.

Ciri-ciri karangan deskripsi yaitu :
  • Melukiskan atau menggambarkan objek tertentu.
  • Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar sendiri suatu objek yang dideskripsikan.
  • Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu, yang dapat berupa tempat, manusia, dan hal yang dipersonifikasikan.
  • Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode realistis (objektif), impresionistis (subjektif), atau sikap penulis.

KARANGAN ARGUMENTASI

Karangan argumentasi adalah sebuah karangan yang isinya bertujuan untuk menyakinkan atau mempengaruhi pembaca terhadap suatu masalah dengan mengemukakan alasan, bukti, dan contoh nyata.

Ciri-ciri karangan argumentasi yaitu :
  • Berusaha menyakinkan pembaca tentang kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran tersebut diakui oleh pembaca.
  • Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, dan gambar.
  • Pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca.
  • Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas.
  • Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian.
Sumber:

Sahabat, Kita Selalu Bersama

            Kisah ini berawal ketika hari pertama mengikuti MOS di sebuah sekolah favorit yaitu SMP Negeri 5 Bekasi. Memang tidak banyak orang yang berhasil menjadi siswa di sekolah tersebut, tetapi Shafira Amelia beruntung bisa lolos dan belajar disana. MOS merupakan hal yang menakutkan bagi seluruh anak-anak yang baru menduduki bangku Sekolah Menengah Pertama. Mereka berpikiran bahwa kegiatan ini adalah acara balas dendam senior ke juniornya dan peralatan yang dipakai pasti yang aneh-aneh serta barang yang harus dibawa sangat susah ditemukan.

            Hari itu Shafira menggunakan kaos kaki dengan warna yang berbeda, tas dari kantong plastik, kalung yang terbuat dari rangkaian permen, rambut yang harus dikuncir 10 dengan pita, dan topi yang berbentuk kerucut. Semua peserta MOS harus mengikuti upacara pembukaan dengan berbaris rapi kebelakang. Setelah upacara selesai mereka dibagikan kelas yang sudah ditentukan oleh kepala sekolah. “Shafira Amelia kelas 7.4”, kepala sekolah berteriak.

            Masuklah semua peserta ke dalam kelas masing-masing. Shafira pun menuju kelas yang berada di pojok kiri atas sebelah tangga. Di dalam kelas anak-anak mulai berinteraksi, mereka saling berkenalan satu sama lain. Tiba-tiba ada seorang anak perempuan menghampiri Shafira, “Ra, pita dirambutku lepas. Kamu bisa tolong ikatkan pitanya dirambutku ?” pinta Liana dengan suara lembut. “Ohh iya, tentu saja aku bisa”, jawab Shafira. “Terima kasih Fira”, sahutnya dengan muka tersenyum. Sejak kejadian tersebut mereka berdua mulai berkenalan yang lebih banyak lagi.

Tiga hari sudah dilewati. Masa-masa MOS yang melelahkan dan menegangkan akhirnya selesai juga. “Terima kasih ya Allah, aku sudah bebas dari omel-omelan kakak OSIS dan tidak harus mencari barang yang aneh-aneh lagi.” ucapnya dalam hati sambil tersenyum.

Hari Kamis anak-anak sudah menggunakan seragam putih-biru dengan dasi yang dipasang dileher. Semua terlihat cantik dan ganteng. Shafira senang sekali bisa menggunakan seragam putih-biru dengan dasi. Dia adalah pribadi yang sederhana dan tidak neka-neko dalam hal penampilan dan lainnya, tetapi kalau masalah sekolah dan pelajaran merupakan hal yang penting baginya, Shafira sangat rajin mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru dan aktif di sekolah.

“Liana aku sekelompok sama kamu ya? Kamu kan pintar Bahasa Indonesia!!!” rayunya sambil memegang tangannya. “Ah Fira bisa saja. Okehh kamu sekelompok denganku. Ayo kita kerjakan tugasnya,” ajak Mira sambil menuju ke arah meja. Mereka mulai mengerjakan tugas tersebut dengan kompak.

Liana sering dipanggil anak-anak kelas sebagai putri solo, karena jalannya yang lemah gemulai, gaya bicaranya yang lembut, pokoknya semuanya mirip dengan putri solo. Walaupun anak-anak memanggilnya putri solo, Shafira tetap senang berteman dengannya karena Liana anaknya baik, ramah, sopan, rajin, dan pintar.

            Setiap hari Shafira dan Liana selalu bersama, mulai berangkat sekolah sampai pulang sekolah mereka selalu bersama bahkan sampai kegiatan ekstrakulikuler yang mereka ikutin pun sama yaitu Marching Band. Mereka memang sangat suka music makanya mereka pilih ekskul Marcing Band.

* * *

Hari-hari pun telah berganti tidak terasa sudah satu tahun mereka duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama dan sekarang tiba saatnya kenaikan kelas. Setiap kenaikan kelas, sekolah ini selalu merubah murid-muridnya tiap kelas. Jadi teman kelas 7 dan 8 otomatis akan berbeda, tidak lagi sama dengan teman kelas 7. Hal ini membuat semua anak-anak tegang karena mereka akan pisah dengan teman yang sudah dikenalnya selama ini dan bertemu lagi dengan orang baru. Mereka harus beradaptasi lagi serta mengenal sifat satu per satu teman baru mereka.

Semua anak-anak pun memasang telinganya untuk bisa mendengar lebih jelas dapat di kelas berapakah mereka. Ketua kelas membacakan satu per satu nama beserta kelas baru menurut nomor absen. Saat itu Shafira terlihat tegang karena dia tidak mau beda kelas dengan Liana. Tiba-tiba…. “ Liana Sari, kelas 85” teriak ketua kelas. Dalam hati Shafira berharap semoga dia mendapat kelas 85 juga. Tetapi baru saja Shafira berkata dalam hati tiba-tiba ketua kelas teriak “Shafira Amelia, kelas 83”. Shafira sedikit kecewa karena tidak sekelas lagi dengan Liana. Liana mendekati Shafira, “Yahh kita tidak sekelas lagi Fir, tapi tidak apa-apa kita kan masih bisa ketemu, lagian kelasnya juga deketan,,hehe”

Walaupun mereka sudah tidak sekelas lagi, tetapi mereka suka ke kantin bersama, saling menanyakan tugas yang belum dimengerti dan mereka juga masih satu ekskul. Selain dari itu mereka juga saling berkenalan dengan teman masing-masing. Liana kenal dengan teman-temannya Shafira begitu juga sebaliknya, sehingga teman Liana adalah teman Shafira juga. Pokoknya mereka sangat kompak sekali.

Setiap hari Jumat adalah jadwal untuk latihan Marching Band. Sebelum latihan pasti Shafira dan Liana serta teman-teman yang lain makan siang dahulu. Hari itu adalah pembagian alat-alat Marching untuk digunakan masing-masing setiap anggota, sebelumnya masih menggunakan alat pianika. Dan sekarang mau diatur ulang lagi pembagian alatnya, anehnya Shafira dan Liana memegang alat yang sama yaitu Master semacam Piano tetapi alat ini harus dipukul yang bunyinya ting..ting..ting.. Mereka pun  sangat senang mendapat alat Master, karena bisa belajar dan menghafal lagu bersama-sama.

Sekarang tidak hanya hari Jumat saja latihannya melainkan seminggu 3 kali latihan. Mengapa demikian ? Karena mereka mendapat panggilan jadi mau ga mau harus ngebut latihannya. Hujan-hujan pun tetap latihan walaupun latihannya tidak di lapangan tetapi latihan di dalam kelas atau koridor sekolah. Setiap latihan pasti Liana ke rumah Shafira untuk berangkat latihan bareng. Sesampainya di sekolah dia mendapat lagu baru untuk ditampilkan disebuah acara. “Li, ayo kita cepet-cepetan menghafal lagunya” ajak Shafira. “Siapa takut” senyum Liana. Karena mereka hanya di kasih waktu sedikit untuk menghafal lagu baru oleh pelatih. “Liana kamu sudah hafal belum ?” tanyanya. “Aku sudah hafal, yukk kita mainkan bersama lagunya!” Mereka pun bersama-sama memainkan lagunya.

Tidak terasa sudah 1 bulan latihan, sekarang tiba saatnya acara itu digelar. Anggota Marching Band SMP 5 yang biasa disebut “Gita Madani” segera bersiap-siap dengan menggunakan kostum yang sudah dipersiapkan, yaitu celana putih dengan rok biru serta baju dengan perpaduan biru putih tidak lupa diberikan aksesoris dibaju seperti sayap yang dipasang di bahu belakang dan pangkat yang dipakai di atas bahu serta topi putih yang disematkan bulu biru di depannya dan tidak lupa dengan alas kakinya yaitu sepatu jungle warna putih. Semua anggota Gita Madani terlihat cantik-cantik dengan kostum seperti itu. Rambutnya dikonde supaya terlihat rapid an tidak lupa dengan polesan sedikit make-up diwajah supaya terlihat lebih fresh. Ohh iya mengapa disebutnya Gita Madani ? Karena kelompok marching ini semua anggotanya adalah perempuan jadi disebutnya Gita Madani deh.

Shafira di antar ke tempat acara oleh orang tuanya karena tempat itu cukup jauh yaitu di Pondok Indah Mall. Shafira, Liana dan teman lainnya pergi bareng denganku. Saat itu orang tua Liana tidak bisa mengantar karena ada pekerjaan. Kita pun segera meluncur ke Jakarta Selatan. Dan akhirnya sampai juga, kita semua anggota marching segera bersiap-siap dan masing-masing anggota mengambil alat yang biasa mereka pegang. Tampilah mereka semua dengan wajah yang gembira. “Alhamdulillah penampilan kita sukses” ucap Shafira. “Iya seneng dehh bisa lancar acaranya” Liana tertawa bahagia.

* * *

Tidak terasa sudah satu tahun Shafira duduk di bangku kelas dua smp, sebentar lagi dia akan duduk di bangku kelas tiga. Dan seperti biasa tradisi di sekolahnya setiap kenaikan kelas pasti temannya baru lagi. “Kira-kira teman-temannya siapa saja yaa? Terus asyik-asyik nggak yaa? Mungkin nggak yaa aku sekelas sama Liana?” tanyanya dalam hati.

Pengumuman pembagian kelas pun tiba. Shafira dan teman-teman segera mencari namanya masing-masing di setiap pintu kelas 9. Setiap pintu mereka cari namanya masing-masing. Dimulai dari kelas 9.1 lalu 9.2 “Aduh, kok nama aku belum ada yaa?” dan akhirnya dia berhenti di kelas 9.4 karena Shafira sudah melihat namanya sudah terdaftar di kelas itu. “Alhamdulillah namaku ada di kelas ini, ehmm tapi siapa ajah yaa temannya ?? Aku liat ahh dari atas sampai bawah kali ajah udah banyak yang dikenal. Adi, Aisyah, Annisa, Bayu, Deby, Erna, Fauzan, Liana,,, hahh ?? Liana Sari?? Bener nih Liana Sari??” Shafira bisik-bisik sendiri. Masih tidak percaya tetapi itu memang nyata dan akhirnya Shafira langsung lari untuk mencari Liana.

“Liana, Liiii, Liana…. teriak Shafira sambil lari-lari ke arah Liana. “Ada apa Li? Keliatannya seneng banget, ada apa sihh ?” dengan muka penasaran. “Oh iya, kamu kelas berapa Ra?” tanya Liana. “Kelas 94, kita sekelas Li, tersenyum lebar.  “Ah yang bener kamu Ra?” tanyanya tidak percaya. “Iya bener masa aku bohong. Kalau tidak percaya kamu lihat saja lagi di pintu kelas 94,” pinta Shafira. Liana segera menuju ke kelas 94 untuk mencari nama Liana Sari. Ternyata benar Shafira sekelas dengannya. “Ra, aku tidak nyangka kita bisa sekelas lagi.. hehe.. Kalau begitu kita duduk bareng yahh Ra,” pinta Liana cepat. “Siip dehh, Li. Kita berdua kan sahabat,,” sambung Mira.

Hari itu mereka berdua sangat senang sekali. Benar-benar hal yang tidak diduga-duga. Mereka jarang sekali bertengkar dan selalu kompak. Kalau Liana mempunyai kesusahan pasti Shafira membantunya begitu juga sebaliknya jika Shafira mengalami kesusahan Liana pasti membantunya.

Waktu itu di smpnya akan diadakan try out. Mereka mengikuti try out tersebut. Try out tersebut diadakan selama tiga hari. Soal-soal semua sudah terjawab. Liana sudah sangat lelah mengerjakan soal sebanyak itu.”Satu hari lima puluh soal? sedangkan try outnya tiga hari berarti aku mengerjakan soal sebanyak seratus lima puluh soal? Bagaimana nggak pusing dan capek coba? Udah gitu soalnya nggak disilang lagi tapi harus diurek-urek alias dihitamkan.” ocehku.

Tibalah saatnya pengumuman hasil tryout. Pada saat itu mereka merasa tegang sekali karena hasil TO akan digunakan untuk menentukan kelas bimbel buat menghadapi Ujian Nasional (UN) nanti. “Haahh, aku masuk kelas B. Liana juga masuk dikelas B, berarti aku sekelas lagi dong sama Liana!!” ucapnya pelan. Betapa senangnya Shafira hari itu, sudah sekelas duduk bareng pula dan sekarang kelas bimbel pun sekelas, mungkin mereka memang sudah ditakdirkan untuk selalu bersama-sama sebagai sahabat.

“Li, kita sekelas lohh bimbelnya.” katanya saat menuju ke kantin. “Masa sihh Ra?” tanya Liana tidak percaya. Padahal mereka mengerjakan soalnya masing-masing dan tidak menyontek. Lagi pula nama mereka berdua kan berjauhan tidak sekelas pula pas try out. Mereka bimbel setiap hari Sabtu. Jadi setiap hari mereka duduk bersama.

5 Mei 2008, mereka semua akan menghadapi Ujian Nasional (UN). Liana merasa sedih karena sebentar lagi dia akan pisah sekolah dengan Shafira. Liana sudah memutuskan untuk sekolah di Caraka Nusantara jurusan Farmasi, sedangkan Shafira tidak berminat masuk ke Caraka. Dia minatnya masuk SMA.

Pengumuman hasil ujian sudah dibagikan lewat surat dan sudah semuanya diterima. Shafira senang karena lulus dan teman-temannya semuanya lulus 100%. “Alhamdulillah, aku lulus.” ucapnya bergembira.

Tahun ajaran baru sudah dimulai. Akhirnya, mereka sekolah ditempat yang mereka sudah pilih sendiri sesuai dengan keinginannya. “Li, walaupun kita sudah tidak satu sekolah lagi, kamu jangan lupa sama aku yahh?” Shafira mengirim sebuah pesan kepada Liana. “Iya Li, aku tidak akan lupa dengan kamu. Tetapi, kita masih bisa berkomunikasi lewat telepon, sms atau sosial media “ balas Liana.

* * *

Kamis, 03 Oktober 2013

Artikel Perekonomian Indonesia (Revisi)

>> Paragraf Induktif <<


Daya Saing Ekonomi Kalah Dari Malaysia, Apa Strategi Pemerintah ?


Daya saing ekonomi Indonesia berada pada peringkat 38 yang dilihat dari Laporan “Global Competitiveness Report 2013-2014” yang disusun oleh World Economic Forum. Meskipun berhasil meningkat dibanding peringkat tahun lalu, yaitu pada posisi 50, tetapi pemerintah masih belum bangga karena Indonesia masih kalah dibanding negara-negara lain di Asia Tenggara. Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmanzah, mengatakan posisi daya saing Indonesia masih di bawah Thailand (37), Singapura (2), dan Malaysia (24). Hal ini akan merugikan ketika liberalisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) resmi dijalankan pada 2015.

Lembaga internasional banyak menyoroti bahwa peringkat Indonesia masih tercecer dalam hal kemudahan memulai berbisnis, pendaftaran properti, kemudahan memperoleh listrik, kemudahan memperoleh kredit, serta kemudahan pembayaran pajak. Menurut Firmanzah, Indonesia harus coba melakukan reformasi birokrasi, penyederhanaan perizinan melalui pelayanan terpadu satu atap (PTSP), 4 paket kebijakan stimulus fiskal, dan dikeluarkannya 17 paket kebijakan untuk kemudahan berusaha supaya mendapat kemudahan dalam berbisnis,

Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia supaya reformasi perizinan berjalan dengan lancar, perlu adanya penyesuaian peraturan pemerintah pusat dan daerah. Dia mengatakan, dialog harus efektif dijalankan, supaya perizinan tidak tumpang tindih. "Tantangan terbesar saat ini adalah mengikis ego-sektoral yang berpotensi membuat implementasi kebijakan sulit dilakukan. Selain itu juga, di saat kita menjalankan sistem pemerintahan desentralistik, harmonisasi kebijakan pusat-daerah perlu terus kita tingkatkan,” ungkapnya.

"Pada Desember 2015, Indonesia akan berkompetisi dengan sejumlah negara di ASEAN. Peran dan kontribusi dari semua pihak baik Pemerintah Pusat-Daerah, BUMN, swasta nasional, serikat pekerja, perguruan tinggi dan stakeholder lainnya sangat dibutuhkan," ujarnya seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Senin (4/11). Firmanzah menerangkan bahwa pemerintah akan mengusahakan mengejar ketertinggalan di bidang daya saing ekonomi. Beberapa strategi sudah disusun seperti pembangunan infrastruktur dan mendukung inovasi teknologi. Namun, cara paling utama yang menurut pemerintah cukup efektif dalam menggenjot daya saing adalah kemudahan perizinan buat dunia usaha.


>> Paragraf Deduktif <<

Ambisi Indonesia jadi pusat niaga Asia Pasifik


Deputi Bidang Menteri Koordinator Perekonomian di bidang perdagangan dan industry, Edy Putra Irawady menyatakan bahwa tahun ini hingga tahun 2025, Indonesia mempunyai target untuk menghasilkan puluhan juta wirausahawan muda yang dibarengi dengan kebijakan dalam memudahkan akses permodalan dan teknologi. Pernyataan itu bertujuan untuk mencapai target Indonesia menjadi pusat niaga di kawasan asia pasifik dalam forum APEC Unthinkable Week 2013 di Kuta, Bali, Rabu (2/10).

Menurut data yang diteliti Edy pada Agustus 2005 lalu, jumlah pengangguran di Indonesia sebesar 11,27 persen dan jumlah wirausahawan mencapai 48 juta dengan bidang usaha terbesar di sektor mikro. Sedangkan pada Agustus 2009, jumlah pengangguran turun  menjadi 8,8 persen dengan jumlah wirausahawan sebesar 53 juta. Hal ini merupakan sudah banyak pengangguran yang menjadi wairausahawan, tetapi untuk bisa meningkatkan usaha masih sangat rendah karena hanya 2,9 persen dan sisanya tidak aktif.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab, diantaranya kapasitas, birokrasi, akses pasar, pembiayaan dan lainnya. Untuk meningkatkan kualitas kerja mereka, setiap tahun ada 14.000 wirausahawan yang mengikuti pelatihan, kemudian menyeleksi orang-orang yang berkualitas dan mereka akan dikenalkan kepada teknologi, Setelah itu, Edy menjanjikan semakin banyak skema pembiayaan yang diberikan pemerintah untuk wirausahawan serta disediakan online kredit supaya mereka mudah melakukan kegiatan ekspor. Negara-negara APEC juga telah membuat perjanjian agar setiap wirausahawan dari berbagai negara dapat diberikan kemudahan akses permodalan agar mereka juga bisa akses ke Tokyo Bank.


Vice President Junior Chamber International (JCI) Bali Ida Bagus Agung Gunarthawa mengatakan bahwa Bali merupakan salah satu daerah yang dianggap sudah baik dalam hal ekspor ke luar negeri dan sebagai pusat marketing preneur karena Bali memiliki potensi yang besar dalam pengembangan industri kreatif dibanding denga daerah lain. Dan Bali juga mempunyai modal sebagai destinasi pariwisata.